Sebuah momen kontroversial terjadi dalam upacara penyerahan medali setelah pertandingan final Piala Dunia di Stadion New York/New Jersey. Berdasarkan rekaman video yang beredar, bek tim nasional Argentina, Cristian Romero, tampak sengaja menghindari jabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, Donald Trump hadir bersama Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menyerahkan medali dan trofi kepada kedua tim. Kehadiran Trump di lapangan sempat disambut dengan sorakan cemooh dari para penonton yang memadati stadion sebelum prosesi penyerahan medali dimulai.
Menurut laporan pertandingan, sebagian besar pemain dari kedua tim tetap berjabat tangan dengan sopan saat menerima medali mereka. Namun, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Cristian Romero memilih untuk mengabaikan Trump, meskipun pemain Tottenham Hotspur tersebut tetap menjabat tangan Infantino dan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.
Tidak hanya Romero, penyerang Spanyol Borja Iglesias juga terlihat enggan saat harus bersalaman dengan Trump. Pemain Celta Vigo tersebut bersalaman tanpa sedikit pun melihat ke arah wajah sang Presiden Amerika Serikat.
Sebelum laga final dimulai, Borja Iglesias sempat mengungkapkan pandangannya mengenai situasi ini. "Saya tidak ingin masuk penjara, saya berharap bisa menyapanya di saat kita semua sangat bahagia, dan itu berlalu dengan sangat cepat sehingga saya bisa melupakannya," ujar Iglesias.
Pertandingan final itu sendiri berhasil dimenangkan oleh Spanyol lewat gol penentu Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Hasil ini membawa Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Berdasarkan statistik jalannya laga, Argentina tampil kurang agresif dan mencatatkan rekor buruk sebagai tim pertama yang gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dalam sebuah final Piala Dunia. Tim asuhan Lionel Messi tersebut bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernández menerima kartu merah pada menit ke-93.