Mantan penyerang legendaris Manchester United dan tim nasional Inggris, Wayne Rooney, melayangkan kritik tajam terhadap badan sepak bola dunia, FIFA. Rooney menyebut keputusan FIFA untuk menangguhkan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebagai sebuah "aib besar". Kecaman ini muncul setelah adanya laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan intervensi pribadi dalam kasus tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan yang beredar, Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat membawa Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Pemain berusia 25 tahun itu diusir keluar lapangan karena melakukan pelanggaran serius setelah tidak sengaja menginjak pergelangan kaki Tarik Muhamremovic. Hukuman tersebut membuat Balogun, yang telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen, secara otomatis dilarang bermain dalam satu pertandingan dan harus absen saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di Seattle pada babak 16 besar.
Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, FIFA mengumumkan bahwa larangan bertanding bagi Balogun ditangguhkan selama satu tahun. Keputusan ini membuat sang penyerang dipastikan bisa tampil melawan Belgia. Laporan dari The New York Times mengungkapkan bahwa Donald Trump secara pribadi telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan kembali atas hukuman tersebut.
Dari pantauan redaksi, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) pada awalnya tidak mengajukan banding atas sanksi itu. Kendati demikian, sejumlah pejabat senior dari pemerintahan Trump, termasuk Andrew Giuliani yang menjabat sebagai direktur eksekutif gugus tugas Piala Dunia Gedung Putih, dilaporkan menginstruksikan pengacara untuk membantu US Soccer melakukan banding, meskipun hal itu bertentangan dengan regulasi FIFA. Menyusul pengumuman penangguhan tersebut, Trump menulis di akun Truth Social miliknya, "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan yang besar!"
Menurut keterangan resmi, FIFA merujuk pada Pasal 27 dari kode disiplin mereka saat ditanya oleh berbagai media mengenai alasan di balik keputusan kontroversial ini. Pasal tersebut menyatakan bahwa FIFA "dapat memutuskan untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disipliner", sembari memberlakukan "masa percobaan satu hingga empat tahun" kepada pemain yang bersangkutan.
Langkah ini memicu perdebatan sengit karena dianggap tidak memiliki batasan preseden yang jelas dalam sejarah Piala Dunia, di mana 11 pemain lain yang menerima kartu merah dalam turnamen ini tetap menjalani hukuman larangan bertanding. Keputusan ini dibahas secara mendalam dalam siaran BBC, tempat di mana Rooney bertindak sebagai pengamat. "Menurut saya ini adalah aib yang mutlak. Saya benar-benar berpikir begitu. Infantino seharusnya malu dengan hal ini. Sportivitas dari permainan ini sedang dipertanyakan," tegas Rooney.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, situasi ini juga memicu reaksi keras dari Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA). Melalui pernyataan resmi, pihak Belgia mengaku terkejut dengan keputusan FIFA dan menegaskan bahwa Pasal 66.4 dari Kode Disiplin FIFA dengan jelas menyatakan bahwa kartu merah menghasilkan sanksi otomatis untuk laga berikutnya. RBFA kini mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki semua opsi potensial demi melindungi prinsip fair play dalam sepak bola.