Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengonfirmasi telah membuka investigasi resmi terkait insiden keributan yang terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan pada laga final Piala Dunia di MetLife Stadium.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi, Komite Disiplin FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etika untuk meninjau seluruh insiden tersebut. Setiap pemain maupun staf pelatih yang terbukti terlibat berpotensi menghadapi sanksi skorsing, sementara Argentine Football Association (AFA) juga terancam hukuman denda.
Menurut laporan dari tempat kejadian, menyusul kekalahan 0-1 yang dialami Argentina pada hari Minggu lalu, sejumlah pemain dan staf pelatih tim nasional Argentina terlibat adu mulut hingga percekcokan fisik dengan para pemain Spanyol yang tengah merayakan kemenangan mereka.
Dari pantauan redaksi, beberapa nama seperti Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala terlihat jelas berada di tengah percekcokan tersebut. Suasana di lapangan sempat memanas sebelum akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan.
Hasil observasi tim redaksi mencatat sempat terjadi kekeliruan pada sistem informasi komentator FIFA, yang melaporkan bahwa Leandro Paredes diganjar kartu merah oleh wasit Slavko Vincic karena mendorong leher Eric Garcia. Namun, catatan kartu merah tersebut segera dihapus dan FIFA mengonfirmasi kepada BBC Sport bahwa tidak ada tindakan disiplin yang diambil secara langsung di lapangan saat itu.
Sebelum insiden di partai puncak ini, Argentina sendiri sudah bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa tenggang babak kedua. Selain itu, FIFA sebelumnya juga telah memulai proses potensi tindakan disiplin terhadap Argentina menyusul aksi para pemainnya yang membentangkan spanduk dukungan atas klaim Kepulauan Falkland usai laga semi-final melawan Inggris.