Pembalap sepeda peraih dua medali perak Olimpiade, Matt Richardson, menegaskan bahwa dirinya telah melupakan kontroversi terkait keputusannya berpindah kewarganegaraan olahraga ke Britania Raya. Berdasarkan laporan BBC Sport, Richardson kini tengah bersiap mempertahankan gelar juara Commonwealth Games yang sebelumnya ia raih saat membela tim Australia empat tahun lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Atlet berusia 27 tahun tersebut lahir di Maidstone, Kent, namun pindah ke Australia pada usia sembilan tahun serta memegang kewarganegaraan ganda. Menurut catatan redaksi, Richardson memutuskan mengubah kewarganegaraan balap sepedanya hanya beberapa hari setelah meraih dua medali perak dan satu perunggu di Olimpiade Paris 2024. Akibat keputusan tersebut, ia mendapat larangan seumur hidup untuk bergabung kembali dengan tim balap sepeda Australia dan kini siap berhadapan dengan mantan rekan setimnya di Glasgow saat membela Team England.
Dari pantauan redaksi, Richardson mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk mengabaikan semua respons negatif terkait langkah politik olahraganya tersebut. "Saya mencoba memblokir semua negativitas dan gangguan yang ada. Saya telah melalui cara mereka menangani hal itu saat itu, dan move on secepat mungkin," ungkap Richardson saat wawancara bersama BBC Radio Kent. Ia menambahkan bahwa dinamika tersebut pada akhirnya tidak memberikan dampak negatif bagi dirinya, terutama karena publik Britania Raya memberikan sambutan yang sangat positif.
Menurut pengamatan tim redaksi, hasil yang diraih Richardson sejak bergabung dengan skuat Team GB terbukti membenarkan keputusannya. Atlet balap sepeda trek ini sukses menyabet dua medali perak pada nomor sprint dan team sprint di Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Trek 2025, sebelum akhirnya berhasil mengamankan gelar juara Eropa untuk nomor sprint dan keirin.