Pembalap asal Belgia, Tim Merlier, berhasil keluar sebagai yang tercepat dalam drama sprint finis yang kacau untuk mengamankan kemenangan di etape 12 Tour de France. Kemenangan gemilang ini sekaligus menjadi podium utama ketiganya sepanjang gelaran Tour de France tahun ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, Tim Merlier melesat dari posisi belakang untuk menumbangkan kompatriotnya, Jasper Philipsen. Ia juga beruntung dapat menghindari kecelakaan beruntun di fase akhir balapan setelah pembalap Kolombia, Fernando Gaviria, terjatuh dan menyeret sejumlah rider lain, termasuk pemenang etape 11, Soren Waerenskjold.
Dari pengamatan tim redaksi, Jasper Philipsen yang akhirnya finis di posisi ketiga sebenarnya sempat berada dalam posisi menguntungkan saat memasuki beberapa kilometer terakhir. Situasi tersebut terjadi setelah berbagai tim mencoba melancarkan serangan bertubi-tubi sepanjang balapan, namun tidak ada satu pun yang berhasil mempertahankan keunggulan.
Kemenangan di rute dari Circuit Nevers Magny-Cours menuju Chalon-sur-Saone ini menambah catatan impresif Tim Merlier yang sebelumnya telah menguasai etape tujuh dan delapan. Pencapaian terbaru ini membuat total koleksi kemenangan sepanjang kariernya di ajang bergengsi tersebut kini menyentuh angka enam.
Menurut pernyataan resmi dari Tim Merlier setelah balapan, dirinya mengaku sangat berkonsentrasi pada pergerakan pembalap lain yang sempat terjebak pada hari sebelumnya. "Hari ini saya sangat fokus pada pembalap yang terkurung kemarin. Saya menemukan sedikit celah dan langsung memacu sepeda," ujar sang juara dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa kemenangan kali ini terasa sangat spesial karena disaksikan langsung oleh istri dan putra kecilnya. "Dia masih sangat muda, tetapi mungkin dia akan mengingat momen ini di masa depan," kata Merlier menambahkan nuansa emosional dalam perayaan gelarnya.
Berdasarkan laporan jalannya lomba, kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan arah angin yang berubah-ubah di pertengahan balapan sempat mengacaukan strategi tim dan membuat jalannya kompetisi menjadi tidak terprediksi. Sementara itu, posisi puncak klasemen umum masih dikuasai dengan nyaman oleh Tadej Pogacar yang tetap unggul 3 menit 36 detik atas rival terdekatnya, Jonas Vingegaard.