Juara dunia empat kali, Max Verstappen, melayangkan kritik tajam kepada timnya setelah mengalami kecelakaan fatal dalam dua balapan berturut-turut. Berdasarkan laporan pasca-balapan, pembalap Red Bull tersebut menilai kerusakan pada sayap belakang mobilnya sebagai sesuatu yang "super-dangerous" atau sangat berbahaya bagi keselamatan nyawanya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Insiden terbaru terjadi saat Verstappen tengah membayangi pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, untuk memperebutkan posisi kedua di Grand Prix Inggris. Dari pantauan redaksi, Verstappen mendadak kehilangan kendali atas jet daratnya saat memasuki tikungan berkecepatan tinggi, Stowe corner, tepat pada putaran ke-48.
Menurut analisis teknis, kecelakaan di Sirkuit Silverstone ini memiliki pola yang sama dengan insiden yang dialaminya saat sesi kualifikasi Grand Prix Austria seminggu sebelumnya. Masalah utama bersumber pada sistem sayap belakang (DRS) yang gagal menutup dengan sempurna ketika mobil beralih dari trek lurus menuju tikungan.
Pembalap asal Belanda tersebut bahkan sempat meluapkan kekesalannya melalui radio tim sesaat setelah benturan keras terjadi. "Ini sangat berbahaya karena Anda benar-benar bisa terluka parah sampai dua kali. Saya beruntung di Austria, dan saya juga masih beruntung di sini. Itulah mengapa Anda menjadi sangat muak dengan situasi ini," ujar Verstappen berang.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kegagalan mekanis yang berulang ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim mekanik Red Bull. Masalah reliabilitas ini tidak hanya mengancam posisi Verstappen di klasemen kejuaraan, tetapi juga memicu kekhawatiran serius terkait standar keselamatan pembalap di lintasan.