Dari pantauan redaksi di sirkuit legendaris Silverstone, atmosfer Grand Prix Inggris Formula 1 selalu menyajikan hiruk-pikuk suara mesin yang menggelegar dan lautan manusia. Namun bagi Joshua, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengidap autisme dan ADHD, pengalaman ini menjadi sebuah petualangan sensorik yang luar biasa mendalam sekaligus menantang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan penuturan sang ayah, sebuah insiden kecil sempat memicu kepanikan saat sekelompok pria berjalan melewati mereka di area sirkuit. Kebisingan tiba-tiba dan embusan udara yang kencang membuat Joshua membeku di tempat, menutup matanya rapat-rapat, dan menjerit histeris sambil memegangi kedua telinganya dengan erat.
Menariknya, kepanikan tersebut bukan disebabkan oleh raungan mesin turbo hibrida V6 1,6 liter dari jet darat yang sedang melaju kencang. Berdasarkan pengamatan situasi di lokasi, mereka rupanya sedang berdiri di dekat pintu toilet umum, dan kepanikan Joshua dipicu oleh suara mesin pengering tangan mekanis yang dinyalakan oleh salah seorang pengunjung.
Sang ayah kemudian menuntun Joshua kembali menuju area pembatas sirkuit, tepat saat para pembalap mulai keluar dari garasi untuk memulai sesi kualifikasi. Menurut sang ayah, luar biasanya Joshua justru mulai tenang dan napasnya kembali teratur saat mendengar deru mobil McLaren milik juara dunia Lando Norris yang sedang memacu kecepatan penuh di lintasan.
Dari pantauan di lapangan, dinamika bagaimana seorang anak autis merespons suara sangatlah unik, di mana suara pengering toilet terasa menyiksa namun raungan jet darat F1 justru memberikan kenyamanan. Silverstone kini bertransformasi menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus pecinta otomotif berkat fasilitas ramah autisme yang terus dikembangkan.