Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan penghormatan mendalam kepada mantan rival sengitnya, Kevin Keegan, yang baru saja meninggal dunia pada usia 75 tahun. Ferguson memuji gairah tinggi Keegan terhadap dunia sepak bola serta dampak luar biasa yang diberikannya selama menangani Newcastle United.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara dengan Track Radio, Ferguson mengungkapkan rasa hormatnya yang begitu tinggi terhadap sosok Keegan. "Saya memiliki rasa hormat yang sangat tinggi kepadanya. Kami menjalani banyak duel sengit saat dia menjadi manajer Newcastle, tetapi harus saya akui bahwa pekerjaan yang dia lakukan di sana sangat fantastis," ujar Ferguson.
Berdasarkan catatan sejarah, periode pertama Keegan menukangi The Magpies berlangsung pada 1992 hingga 1997. Sosok legendaris tersebut berhasil membawa Newcastle United promosi ke Premier League pada musim 1992-93 sebelum akhirnya mengantarkan mereka menjadi runner-up di belakang Manchester United tiga tahun kemudian.
Menurut pengamatan tim redaksi, persaingan kedua manajer ikonik ini mencapai puncaknya pada musim 1995-96, ketika Newcastle sempat unggul 12 poin namun akhirnya tersalip oleh Manchester United. Momen tersebut juga melahirkan ucapan terkenal dari Keegan di televisi, "I will love it if we beat them", yang ditujukan kepada Ferguson.
Dari pantauan redaksi, Ferguson turut menyoroti kejelian Keegan dalam mendatangkan pemain-pemain top yang mengubah wajah klub. "Dia menghidupkan kembali klub tersebut dan membawa antusiasme serta fanatisme dari para suporter hebat. Dia juga mendatangkan tiga pemain luar biasa - David Ginola, Faustino Asprilla, dan Philippe Albert - yang memberikan sentuhan kelas. Saya pikir periode itu memberi Newcastle tim terbaik yang pernah mereka miliki," ungkap sosok asal Skotlandia tersebut.
Meskipun persaingan di lapangan berlangsung sangat panas, Ferguson menegaskan bahwa hubungan mereka di luar lapangan sangat harmonis. "Hal hebat dari dirinya adalah dia tidak pernah menyimpan dendam. Kami sempat bertemu beberapa pekan setelah musim berakhir di Wentworth Golf Club dan menghabiskan malam yang menyenangkan bersama. Semua persoalan di minggu-minggu sebelumnya langsung terlupakan. Saya sangat menghormatinya untuk hal itu," tutur Ferguson.