Dunia olahraga berkuda sedang diselimuti duka mendalam. Pihak British Eventing telah mengonfirmasi bahwa dua orang penunggang kuda meninggal dunia setelah mengalami insiden tragis dalam dua kompetisi terpisah yang digelar pada hari Sabtu lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan resmi dari pihak penyelenggara, korban pertama adalah Sophie Fouracre yang berusia 34 tahun. Ia mengalami cedera fatal dalam kecelakaan lintas alam (cross-country) saat menunggangi Rhubarbsfox Britannia di Swalcliffe Park, Oxfordshire, Inggris.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, insiden mematikan kembali terjadi. Kerry Donoghue, seorang penunggang berusia 42 tahun, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya saat menunggangi Carneyhaugh Rua dalam ajang lintas alam lainnya yang berlangsung di Penrith, Cumbria, Inggris.
Dari pantauan redaksi, tim medis di kedua lokasi kompetisi langsung bergerak cepat memberikan tindakan darurat sesaat setelah insiden terjadi. Kendati demikian, nyawa kedua penunggang tersebut tetap tidak dapat diselamatkan meskipun tim medis telah melakukan upaya terbaik mereka.
Menurut pernyataan resmi dari Chief Executive British Eventing, Rosie Williams, seluruh komunitas olahraga berkuda merasa sangat terpukul atas tragedi ini. "Atas nama semua orang di British Eventing, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang paling mendalam kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih Kerry dan Sophie di masa yang sangat menghancurkan ini," ujarnya.
Rosie Williams juga menambahkan bahwa pikiran mereka saat ini bersama para kompetitor lain, pihak penyelenggara, juri, sukarelawan, serta semua orang yang terdampak oleh peristiwa tragis tersebut. Pihaknya sangat berterima kasih kepada tim dokter, paramedis, tim penasihat hewan, dan layanan darurat di kedua acara atas profesionalisme serta kepedulian yang ditunjukkan dalam situasi yang sangat sulit ini.
Menurut hasil pemeriksaan lebih lanjut, kedua kuda yang ditunggangi oleh para korban ditemukan dalam kondisi tidak terluka. Saat ini, peninjauan mendalam mengenai penyebab kedua kecelakaan tersebut sedang dilakukan oleh otoritas terkait.
Sebelumnya, British Eventing sempat mengeluarkan dua pernyataan pada hari Sabtu yang menyebutkan adanya "insiden serius" di kedua acara tersebut, yang kemudian berujung pada pembatalan seluruh rangkaian kompetisi di akhir pekan. Menanggapi kabar duka ini, yayasan kesehatan mental Riders Minds langsung menawarkan dukungan psikologis segera bagi para anggota komunitas berkuda yang membutuhkan.
Sebagai informasi, disiplin berkuda eventing sendiri terdiri dari tiga fase kompetisi, yaitu dressage (tunggang serasi), showjumping (lompat rintangan), dan cross-country (lintas alam). Kedua insiden maut akhir pekan lalu diketahui terjadi selama fase lintas alam, yang memang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Meskipun kasus kematian penunggang terbilang jarang terjadi dalam olahraga eventing, cabang olahraga ini sempat diguncang oleh beberapa kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2024, penunggang profesional Georgie Campbell meninggal dunia setelah kudanya terjatuh dan menimpanya di Bicton International Horse Trials di Devon. Selain itu, pada Agustus tahun lalu, penunggang Inggris berusia 37 tahun, Sarah Yorke, juga mengalami kecelakaan fatal dalam fase lintas alam di Aston-le-Walls.