Keberhasilan Lionel Messi dalam menginspirasi kemenangan Argentina atas Inggris hingga menembus babak final Piala Dunia berturut-turut menegaskan dominasi sepak bola di negara tersebut. Namun, pencapaian luar biasa juga konsisten ditunjukkan oleh tim nasional rugby mereka, Los Pumas, yang sukses menembus tiga babak semifinal dalam lima edisi Rugby World Cup terakhir.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan BBC Sport, Los Pumas dijadwalkan menjamu Inggris pada pekan ini dengan ambisi besar untuk mengikuti jejak kesuksesan rekan-rekan pesepak bola mereka. Momentum ini dinilai sangat tepat mengingat gairah olahraga rugby di negara Amerika Selatan tersebut tengah berada dalam tren yang sangat positif.
Pelatih kepala Los Pumas, Felipe Contepomi, merupakan salah satu aktor penting saat Argentina pertama kali menembus empat besar pada Piala Dunia 2007 silam, sebuah capaian historis yang diwarnai kemenangan atas tim-tim kuat seperti Prancis, Irlandia, dan Skotlandia. Menurut Felipe Contepomi, kesuksesan era tersebut yang kemudian berlanjut pada semifinal edisi 2015 dan 2023 telah mendongkrak popularitas rugby di tengah gempuran kultur sepak bola yang sangat masif.
"Rugby amatir di Argentina saat ini sedang berkembang pesat. Olahraga ini sangat berbasis komunitas dan klub-klub lokal terus bertumbuh. Kami kedatangan lebih banyak orang setiap tahunnya," ujar Felipe Contepomi saat diwawancarai oleh BBC Sport.
Dari pantauan redaksi, meskipun mengalami lonjakan peminat yang signifikan, skala olahraga ini memang belum bisa menandingi sepak bola yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Argentina. Hal ini turut diakui oleh Felipe Contepomi yang menyebut bahwa bagi orang Argentina, sepak bola adalah sebuah agama.
"Dimensinya benar-benar berbeda. Bahkan bagi saya sendiri yang hidup untuk rugby, sepak bola akan tetap mengalir di dalam darah saya," pungkas Felipe Contepomi menutup wawancara berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap perkembangan kultur olahraga di sana.